Sabtu, 06 Oktober 2012

Brielle Covered Prisa Rianzi


Ini adalah salah satu lagu kesukaan saya yang dibawakan ulang oleh Prisa Rianzi, Owl City - Brielle. Lagu ini sungguh nyaman dan enak didengar ketika suasana hati dan pikiran sedang kacau (jadi curhat ..hhe) membuat suasana menjadi rileks. Dijamin ga nyesel. :)
Buat teman-teman ingin mendengarkannya silahkan download lagunya disini atau lihat videonya disini,  kalau memang ada yang sudah punya lansung aja ambil gitar dan mulai nyanyikan :)

Intro:
C  G  D  Em
C  G  D (x2)

C             G                  D
There's a handwritten note
Em                   C
Pressed in the door
   G                           D
Of her screened-in porch
  C            G          D
And I am sailing away
  Em                 C
Recalling that day
  G                    D
Miles from shore
 C             G                   D
She was still wearing white
   Em             C
Robin's egg blue
         G                       D
Her grandmother's dress
 C              G              D
And I left early this year
    Em                     C
How I wound up here
      G            D
Is anyone's guess

 C              G                       D      
When the new sights grow old
      Em                   C
And I start to feel cold
   G                   D           
I'll sail home again

G                  D
Goodbye Brielle
        Am                C
Only whispers can tell
         G                                                 D
Of the sweet dreams that we knew so well
         Am
I'll see you around
          C              D
Our dear ocean town
      G                              D
The frozen days we set ablaze
           Am              C
Sent me drifting away
        G               
Like a butterfly, you floated by
    D
And now you're alone
       Am
I wish I knew when
        C        D
I'll be back again
    Am                G          C     
So until then, I wish you well
D              
My dear Brielle

Interlude - Just play C, or play the intro.

C            G              D
Strolling over the sand
      Em                C
The cobblestone paths
      G                           D
That wind through the trees
C                  G                       D
And breathing the sweet forest air
           Em              C
Makes a bluebird aware
       G                    D
That she could be free

C              G                         D
When the new sights grow old
           Em            C
And I start to feel cold
                       D
I'll sail home again

G                   D
Goodbye Brielle
       Am                   C
Only whispers can tell
                       G                                      D
Of the sweet dreams that we knew so well
         Am
I'll see you around
          C              D
Our dear ocean town
      G                                 D
The frozen days we set ablaze
           Am             C
Sent me drifting away
        G               
Like a butterfly, you floated by
          D
And now you're alone
       Am
I wish I knew when
        C            
I'll be back again
    Am                    G        C    
So until then, I wish you well
    Am                    G        C
So until then, I wish you well
    Am                    G        C   
I love you my darling, farewell
          D
My dear Brielle

Jumat, 05 Oktober 2012

Pengaruh Situasi Terhadap Perilaku Konsumen

Pengaruh situasi

Pengaruh situasi sangatlah berbengaruh terhadap perilaku konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli suatu barang atau produk. Faktor lingkungan adalah hal yang menyebabkan suatu situasi dimana perilaku konsumen muncul pada waktu tertentu dan tempat tertentu. Berikut ada lima karakteristik situasi konsumen yaitu:
1.     Lingkungan Fisik
Sarana fisik yang menggambarkan situasi konsumen yang meliputi: lokasi, dekorasi, aroma, cahaya, cuaca dan objek fisik lainnya yang ada di sekeliling konsumen.
2.     Lingkungan Sosial
Kehadiran dan ketidakhadiran orang lain pada situasi tersebut.
3.     Waktu
Waktu atau saat perilaku muncul (jam, hari, musim libur, bulan puasa, tahun baru). Waktu mungkin diukur secara subjektif berdasarkan situasi konsumen, misal kapan terakhir kali membeli roti.
4.     Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada suatu situasi. Misalkan konsumen yang belanja untuk acara keluarga di rumah akan menghadapi situasi berbeda dibandingkan belanja untuk kebutuhan sendiri.
5.     Suasana Hati
Suasana hati atau kondisi jiwa yang sesaat (misalnya perasaan khawatir, tergesa-gesa, sedih, marah) yang dibawa pada suatu situasi.

A. Jenis-jenis situasi konsumen
1. SITUASI KOMUNIKASI
Situasi Komunikasi adalah suasana atau lingkungan dimana konsumen memperoleh informasi atau melakukan komunikasi.
Konsumen mungkin memperoleh informasi melalui :
1) Komunikasi Lisan dengan teman, kerabat, tenaga penjual, atau wiraniaga.
2 )Komunikasi Tulisan dengan membaca koran, majalah, poster, billboard, brosur, leaflet dsb.
3) Informasi diperoleh dari iklan saat sedang menonton televise, saat sedang mendengarkan radio, langsung dari toko melalui promosi penjualan, pengumuman di rak dan di depan toko.
2. SITUASI PEMBELIAN
Situasi Pembelian adalah lingkungan atau suasana yang dialami/dihadapi konsumen ketika membeli produk dan jasa. Situasi pembelian akan mempengaruhi keputusan membeli. Misalnya, ketika konsumen berada di pegunungan, ia mungkin akan bersedia membayar untuk memperoleh jagung bakar berapa saja harganya ketika lapar dan ingin makanan yang hangat.
3. SITUASI PEMAKAIAN
Situasi Pemakaian disebut juga situasi penggunaan produk dan jasa yang merupakan situasi atau suasana ketika konsumen ingin mengkonsumsi/mengunakan suatu produk atau jasa. Konsumen sering kali memilih suatu produk karena pertimbangan dari situasi konsumsi. Misalnya, konsumen muslim sering menggunakan pakaian muslim pada saat hari raya idul fitri atau hari besar keagamaan lainnya. Situsi seperti ini lah yang digunakan oleh produsen untuk menggunakan konsep situasi pemakaian.

B. Interaksi orang – situasi
Situasi pembelian mempunyai pengaruh yang nyata terhadap keputusan pembelian. Hal ini menunjukkan bahwa situasi pembelian mampu menghadirkan keinginan konsumen untuk membeli karena situasi ini bisa menjadi stimulus terhadap keputusan konsumen untuk membeli. Gaya hidup pembelian juga mempunyai pengaruh yang nyata terhadap keputusan pembelian konsumen atas sesuatu. Konsumen dengan gaya hidup berlebihan ternyata juga mengikuti mode-mode pakaian khususnya, misalnya celana jeans sehingga gaya hidup mereka berpengaruh terhadap keputusan pembelian yang dilakukan. Situasi pembelian dan gaya hidup terhadap mode bagi konsumen dengan gaya hidup believer ternyata cukup tinggi mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

C. Pengaruh situsasi yang tak terduga
Situasi tidak terduga dapat menjadi pemicu seseorang untuk membeli suatu barang. Misalnya, seseorang ingin menulis tetapi pensil mekanik yg ia punya ternyata tidak ada isi pensilnya, dengan keadaan yang seperti itu maka keputusan yang ia pilih adalah dengan membeli isi pensil mekaniknya dan melanjutkan tulisannya.

Sumber
http://samuelsugara.blogspot.com/2012/05/perilaku-konsumen-pengaruh-situasi.html
http://earldimara.blogspot.com/2011/10/pengaruh-situasi.html

Rabu, 26 September 2012

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi


Segmentasi Pasar ?????

     Sebelum saya mulai menjelaskan “Apa itu segmentasi pasar?”, banyak beberapa tokoh seperti,
1.    Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
2.    Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
3.    Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307).
     Pada dasarnya dari beberapa pengertian yang telah dijelaskan diatas perilaku pasar pada kenyataannya lebih bersifat heterogen. Keragaman perilaku pasar akan memerlukan barang dan usaha-usaha memperoleh barang yang juga beragam. Pemasar merasa perlu mengelompokkan pasar yang heterogen tersebut kedalan bagian-bagian pasar yang mempunyai perilaku lebih seragam.
     Produk dapat dirancang sesuai dengan masing-masing segmen pasar yang berbeda. Dengan karakter dan perilaku yang lebih homogen, masing-masing segmen pasar dapat dipenuhi kebutuhannya lebih baik. Dengan kata lain, masing-masing kelompok pasar dipenuhi oleh produk dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Perusahaanpun akan lebih meningkatkan pelayanan untuk melayani kebutuhan-kebutuhan masing-masing segmen pasar. Proses pembagian pasar ini dikenal sebagai segmentasi pasar. Jadi, dapat kita simpulkan Segmentasi pasar adalah proses membagi-bagi pasar yang semula berperilaku heterogen menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang berperilaku lebih seragam atau homogen. Secara umum, tujuan segmentasi pasar adalah untuk memperoleh bagian pasar yang mempunyai karakter dan perilaku yang lebih seragam.
Segmentasi pasar diperlukan karena:
1.    Perusahaan dapat lebih baik memahami perilaku segmen-segmen pasar yang lebih homogen sehingga dapat lebih baik dalam melayani kebutuhan-kebuhan mereka.
2.    Apabila pasar terlalu luas dan berperilaku sangat beragam, perusahaan dapat memilih satu atau beberapa segmen saja. Sehingga kapasitas pasar dapat lebih sesuai dengan luas segmen-segmen pasar yang terbentuk.

Manfaat dan Kelemahan Segmentasi Pasar
Menurut Gitosudarmo (2000) manfaat segmentasi pasar, sebagai berikut:
1.  Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2.  Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3.  Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4.  Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.

Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1.  Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2.  Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3.  Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4.  Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

Persyaratan Segmentasi yang Efektif
Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar segmentasi pasar dapat efektif, yaitu
1.    Dapat Diukur ( Measurability ), yaitu informasi mengenai sifat-sifat pembeli yang mencangkup ukuran, daya beli dan segmen yang dapat diukur. Misalnya, jumlah segmen masyarakat kaya sebagai calon pembeli mobil yang dijadikan segmen penjualan mobil Toyota Kijang.
2.    Dapat dijangkau ( Accsessibility ), yaitu segmen pasar yang dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
3.    Besarnya cakupan ( subtanstiality ), yaitu tingkat keleluasaan segmen pasar dan menjanjikan keuntungan bila dilayani. Suatu segmen sebaiknya merupakan kelompok yang homogeny dengan jumlah yang cukup besar, sehingga cukup bernilai jika dilayani dengan programpemasaran yang sesuaikan.
4.    Dapat dilaksanakan, yakni program yang efektif dapat dirancang untuk menarik dan melayani segmen tersebut. Misalnya, walaupun sebuah perusahaan angkutan antar kota mengidentifikasikan sepuluh segmen pasar, namun stafnya terlalu sedikit untuk mengembangkan pemasaran terpisah bagi tiap segmen.

Proses Segmentasi Pasar
Proses segmentasi mempunyai beberapa langkah. (1) identifikasi basis segmentasi pasar, (2) mengumpulkan infomasi pasar, (3) mengembangkan komposisi profil segmen, (4) penetapan konsekuensi pemasaran, (5) estimasi masing-masing potensi segmen pasar, (6) analisis peluang pasar, dan (7) penetapan penetapan penguasaan pasar.

Dasar Segmentasi Berdasarkan Analisis Demografi
Dalam segmentasi demografi, pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok dengan dasar pembagian seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan agama. Pasar dapat dibedakan menurut perbedaan misalnya usia.Perilaku pasar anak-anak akan berbeda dengan pasar dewasa. Setidaknya ada lima alasan mengapa pendekatan demografi ini hampir selalu disertakan, antara lain adalah informasi demografi adalah informasi yang mudah dijangkau dan relatif lebih murah untuk mengidentifikasikan target market, informasi demografi memberikan insight tentang trend yang sedang terjadi, meski tidak dapat untuk meramalkan perilaku konsumen, demografi dapat dilihat untuk melihat perubahan permintaan aneka produk dan yang terakhir demografi dapat digunakan untuk mengevaluasi kampanye-kampanye pemasaran.

Sumber: