Kamis, 28 Maret 2013

Paragraf Deduktif

      Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
      Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf, lalu kalimat-kalimat selanjutnya adalah kalimat penjelasan terhadap kalimat utama tersebut.

Ciri-Ciri Paragraf Deduktif
  • Kalimat utama ada di awal paragraf
  • Kalimat disusun dari pernyataan umum yang lantas disusul dengan penjelasan
A. Faktor – faktor penalaran deduktif :
1. Pembentukan Teori
2. Hipotesis
3. Definisi Operasional
4. Instrumen
5. Operasionalisasi

B. Variabel pada penalaran deduktif
1. Silogisme Kategorial
Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus : Premis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor. 
2. Silogisme Hipotesis
Silogisme Hipotesis : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
3. Silogisme Alternatif
Silogisme Alternatif : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
4. Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh-Contoh Paragraf Deduktif

Menjaga kebersihan lingkungan sangat penting bagi kesehatan. Dengan lingkungan yang bersih, maka kuman-kuman penyakit tidak akan bersarang di lingkungan rumah kita. Bayangkan jika lingkungan kira kotor, maka kuman penyebab penyakit akan banyak bersarang di rumah kita, tentu saja hal ini akan membuat kita terkena penyakit. Dengan menjaga kebersihan, biasanya jentik-jentik nyamuk malaria tidak akan ada, sehingga kita terhindar dari penyakit malaria dan sebagainya.
Pada contoh paragraf deduktif di atas, kalimat "Menjaga kebersihan lingkungan sangat penting bagi kesehatan." merupakan kalimat utama, lalu setelah itu diikuti kalimat-kalimat penjelas atau pendukung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar